Modif Honda Scoopy, 2011 (Jakarta)
Honda Scoopy, Si Rendang Liar Beraksi

Kononnya, si Reli ini sering buat di ajak berakselerasi di trek lurus malam hari. “Saya hobi dengan kecepatan, makanya bikin skubek saya itu buat bali. Scoopy ini juga sama seperti rendang,” bilang pria yang tinggal di Komplek Aramas 2000, Jakarta Timur.
Biar Reli tetap ‘empuk’ dan ‘wangi’ di komunitas pengebut malam hari, tentunya tidak dalam keadaan standar. Pasti membutuhkan tunner yang berpengalaman donk. Untuk itu Putra menyerahkan skubek kesayangannya itu kepada Alfin. Doi, tunner si Reli yang juga punya workshop S2M.

Selanjutnya, stroke naik 2 mm. Total, jadi 4 mm. Standarnya 55 mm kini menjadi 59 mm. Pada bagian silinder head, kubahnya mengikuti diameter seher lalu di papas 0,5 mm. “Pada bagian klep, dibesarkan jadi 28/24 mm pakai punya Honda Sonic,” tambah mekanik yang suka ngelucu tapi bukan pelawak ini.
Kelar ngomongin mesin, Alvin melanjutkan ke bagian pengapian. Buat CDI, ayah dua anak ini andalkan CDI BRT tipe Dual Band. Tapi, koilnya tetap pakai bawaan Scoopy. Katanya, kombinasi pas!
"Kalau enggak diganti, mesin tak mau langsam. Karena udara bocor. Soalnya venturinya direamer jadi 28 mm dan dibikin model oval,” tutup tunner berdarah Betawi ini.
Gazzz...?
DATA MODIFIKASI
Ban : Commet 2,25x17
Pelek : Akron 1,40x17
Roller : Kawahara 12 gram
Master rem : KTC
Knalpot : Custom S2M
Bahan bakar : Pertamax Plus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar